PERTEMUAN 4
Selasa, 23 September 2014
Proses Komunikasi Massa
Model
|
Orientasi
Pengirim
|
Orientasi Penerima
|
Model Transmisi
|
Pemindahan Pesan
|
Proses Kognitif
|
Model Ekspresi
(Ritual)
|
Penampilan (performance)
|
Kepuasan/
kegiatan bersama
|
Model Perhatian
|
Pameran (display)
|
Pemberian perhatian
|
- Model Transmisi
Pandangan ini dikaitkan dengan istilah pengiriman atau
pemberian informasi kepada pihak lain. Inti gagasan ialah transmisi isyarat
(signal) atau pesan dalam waktu tertentu dengan tujuan tercapainya control.
- Model Ekspresi (Ritual)
Model
Ritual :
Dikaitkan dengan beberapa istilah, misalnya
kebersamaan, partisipasi, asosiasi, persahabatan atau titik pandang yang sama.
Model ini intinya tidak menekankan pada penyebaran informasi dari sudut pandang
ruang, melainkan pada masalah pembinaan masyarakat dalam kurun waktu tertentu;
tidak menekankan pada upaya penyampaian informasi tetapi pada pencerminan
kesamaan pandangan.
- Model Perhatian
Model ini paling sesuai dengan tujuan utama
media, sebagaimana yang ditentukan oleh
media sendiri (menarik hati khalayak) dan paling cocok dengan pandangan
khalayak umum menyangkut pentingnya pemekaian media (membebaskan diri,
melibatkan diri dan menghibur).
Model – Model Komunikasi Massa
- Model Jarum Hypodermik (Hypodermic Needle Model) : media massa memiliki dampak yang kuat, terarah, segera dan langsung, media ampuh memasukan ide pada benak khalayak
- One step flow model : saluran media massa berkomunikasi langsung dengan massa tanpa berlalunya suatu pesan pada orang lain. Akan tetapi pesan itu tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada komunikan. Media tidak mempunyai kekuatan yang hebat. Penmapilan, penerimaan dan penahanan dalam ingatan selektif mempengaruhi suatu pesan
- Two step flow model : menaruh perhatian kepada peranan media massa dan komunikasi antarpribadi. Melihat massa sebagai perorangan yang berinteraksi. Menekankan proses dari opinion leader ke penduduk yang kurang giat
- Multi Step Flow Models : Didasarkan pada fungsi penyebaran yang berurutan terjadi pada kenyataan situasi kom. Tujuannya, menggunakan banyak saluran untuk memperteguh
Karakteristik Isi Media
- Cepat : yakni aktual atau memperhatikan ketepatan waktu.
- Nyata : berupa informasi mengenai sebuah fakta (fact)
- Penting : menyangkut kepentingan orang banyak
- Menarik : artinya mengundang orang untuk membaca apa yang ditulis
Media Value
- Consequences: Suatu fakta yang dapat membawa akibat bagi khalayak
- Human Interest : Menarik dari sudut kepentingan kemanusiaan
- Prominence : Melibatkan tokoh terkemuka yang menjadi figur/elite opinion
- Proximity : Fakta atau infromasi memiliki kedekatan dengan tempat tinggal pembaca
- Timelines: Memili unsur kebaruan yang menyebabkan informasi tersebut aktual
Karakteristik Industri Media
- Customer requirments : merujuk pada harapan konsumen tentang produk media yang mencakup aspek kualitas, diversitas dan ketersediaan
- Competitive environment : yakni lingkungan pesaing yang dihadapi perusahaan
- Social expectations : berhubungan dengan tingkat harapan masyarakat terhadap keberadaan industri media. Semakin tersedia program yang bagus, maka akan semakin beragam format acaranya dan semakin bagus kualitasnya
Influence in the Heirarchical Model
- Individual Level
- Media Routines Level
- Organizational Level
- Extra Media Level
- Ideological Level
Teori Agenda Setting, Teori
Kultivasi dan Sipral of Silence
- Perspektif Agenda Setting
Teori Agenda
Setting diperkerkenalkan oleh Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw dalam tulisan
mereka yang berjudul “The Agenda Setting Function of Mass Media” yang telah
diterbitkan dalam Public Opinion Quarterly pada tahun 1972. Menurut
kedua pakar ini jika media memberikan tekanan pada suatu peristiwa, maka media
itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting (Effendy, 2003:287).
Dengan teknik
pemilihan dan penonjolan, media memberikan petunjuk tentang mana issue
yang lebih penting. Karena itu, model agenda setting mengasumsikan adanya
hubungan positif antara penilaian yang diberikan media kepada suatu persoalan
dengan perhatian yang diberikan khalayak kepada persoalan itu. Singkatnya apa
yang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting pula oleh masyarakat.
Begitu juga sebaliknya apa yang dilupakan media, akan luput juga dari perhatian
masyarakat.
- Agenda Setting memiliki tiga Konsep yakni :
1.
Agenda Media
·
Visibility
(visibilitas) yakni jumlah dan tingkat menonjolnya berita
·
Audiance
Salience (tingkat menonjolnya bagi khalayak) yakni relevansi isi berita dengan
kebutuhan khalayak
·
Valence
(Valensi) yakni menyenangkan atau tidak menyenangkan cara pemberitaan
bagi suatu peristiwa
2.
Agenda Khalayak
·
Familiarity
(keakraban) yakni derajat kesadaran khalayak akan topik tertentu
·
Personal
Salience (penonjolan pribadi) yakni relevensi kepentingan dengan ciri pribadi
·
Favorability
(Kesenangan) yakni pertimbangan senang atau tidak senang akan topik
berita
3.
Agenda Kebijakan
·
Support
(dukungan) yakni kegiatan menyenangkan bagi posisi suatu berita tertentu
·
Likelihood
of action (kemungkinan kegiatan) kemungkinan melaksanakan apa yang diibaratkan
·
Freedom
of action (kebebasan bertindak) yakni nilai kegiatan yang mungkin
dilakukan.
Efek Agenda Setting
- Efek Langsung
·
Isu
itu ada atau tidak ada di khalayak
·
Mana
yang penting
·
Dirangking
responden
- Efek Lanjutan
·
Persepsi
·
Tindakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar