PERTEMUAN
3
Selasa,
16 September 2014
Aliran Teori Komunikasi terbagi menjadi empat, yakni :
- Structural Functional Theories
- Cognitive and Behavioral Theories
- Interactionist Theories
- Interpretive Theories
- Critical Theories
- Aliran Struktural Fungsional
Aliran struktural fungsional memiliki beberapa
ciri yakni:
1. Mempercayai bahwa
struktur-struktur sosial itu nyata dan berfungsi dengan cara-cara yang dapat
diobservasi
2. Mengasumsikan stabilitas
selamanya yang disebut dengan istilah sychrony daripada mengasumsikan
perubahan atau diachrony
3.
Tidak mempercayai
subjektivitas dan kesadaran
4.
Mempercayai realitas
independen melalui observasi yang hati-hati
5.
Memisahkan bahasa dan simbol
dari pemikiran dan objek-objek yang diseimbolkannya. Sebagai contoh dengan
adanya istilah cabe – cabean, beberapa orang berpersepsi bahwa cabe – cabean
adalah remaja yang berimage negatif. Intinya dalam pengertian strukturnya
stabil, dan melihat dari realitas yang ada. Contohnya : Teori Informasi (Claude
Shannon), Teori Cybernetic (Norbert Weiner), Dynamic Social Impact Theory (Bibb
Latane).
- Aliran Kognitif dan Behavioral
Aliran kognitif dan behavioral memiliki ciri
yakni:
1.
Fokus pada individu
2.
Membicarakan keterhubungan
antara stimulus atau input dan respon atau output
3.
Istilah kognisi merupakan
pemikiran atau fokus pada bagaimana seseorang berpikir
4.
Ketertarikan juga pada hubungan “thinking”
dan “behavior”. Contoh : Teori
Disonansi Kognitif (Leon Festinger), Relevance Theory (Dan Sperber &
Deirdre Wilson), Atribution Theory (Frizt Heider)
- Aliran Interaksionis
Aliran interaksionis memiliki ciri – ciri
yakni:
1.
Memandang kehidupan manusia
sebagai proses interaksi
2.
Seluruh strauktur sosial akan
eksis dan dibentuk secara terus-menerus melalui interaksi
3.
Fokus pada bagaimana bahasa
digunakan dalam menciptakan struktur sosial dan bagaimana bhs serta sistem
simbol lainnya diproduksi
4.
Makna tidaklah objektif,
melainkan diciptakan oleh masyarakat dalam tindakan komunikasi. Sebagai contoh,
kata “bisa” adalah sebuah kata yang multitafsir.
5.
Pengetahuan bersifat
situasional tidak universal. Contoh : Social construction of Reality
(Alfred Schutz) , Teori Interaksi Simbolik (George Herbert Mead), Dramatisme
and Narrative (Erving Goffman).
- Aliran Interpretif
Aliran interpretif memiliki beberapa ciri yakni
:
1.
Mencoba menemukan makna dalam
tindakan dan teks
2.
Menggambarkan proses
munculnya pemahaman
3.
Membedakan secara tajam
antara penjelasan scientific dengan pemahaman (understanding)
4.
Tujuan interpretasi bukanlah
menemukan hukum yang mengatur kejadian melainkan memahami cara masyarakat
memahami pengalaman mereka
5.
Menekankan pada subjektivitas
dan fokus pada pengalaman individu
6.
Menjadikan bahasa sebagai pusat
pengalaman. Contoh Teori : Phenomenology (Edmund Husserl), Hermeneutics (Martin
Heidegger)
- Aliran Kritis
Aliran kritis memiliki beberapa ciri yakni:
1.
Fokus pada isu ketidaksamaan
(inequality)
2.
Berperhatian pada konflik
kepentingan di masyarakat dan bagaimana cara komunikasi didominasi oleh satu kelompok atas yang kelompok lainnya
3.
Penting memahami pengalaman
hidup dalam konteks real masyarakat
4.
Memahami pengetahuan sebagai
power. Contoh Teori : Classical Marxist Theory/critique of Political Economy
(Marx), Universal Pragmatic (The Frankfurt School), Cultural Studies
(Stuart Hall), Power and Language (Cheris Kramarae)
Dasar Pengembangan Teori Komunikasi
Dasar pengembangan teori komunikasi terdiri dari empat bagian
yakni:
- Development of massage : bagaimana kita mencipta, apa yang kita tulis dan kita ekspresikan kepada orang lain?
- Interpretation and generation of meaning: bagaimana manusia memahami pesan, dan bagaimana makna muncul dalam interaksi dengan orang lain? Bagaimana pemikiran mengolah informasi dan menginterpretasi pengalaman?
- Message structure : Bagaimana pesan ditempatkan bersama? Dan bagaimana pesan tsb diorganisasikan?
- Interactional dynamics : melibatkan hubungan dan ketergantungan antara komunikator dalam diskursus dan pemaknaan
- Institutional and societal dynamics : cara bagaimana power dan sumberdaya didistribusikan kepada masyarakat. Cara budaya diproduksi, dan interaksi diantara segmen masyarakat
Komunikasi Massa : Sebuah Landasan
Pengertian Komunikasi Massa terbagi menjadi dua, yakni:
1.
Komunikasi Massa merupakan
bentuk penyempaian pesan dari komunikator kepada khalayak banyak yang heterogen
secara serempak melalui media massa, biasanya umpan balik terjadi secara
tertunda
2.
Komunikasi Massa merupakan
bentuk menyiarkan informasi, gagasan, dan sikap kepada komunikan yang beragam
dan jumlahnya yang banyak dengan menggunakan media
Karakteristik Komunikasi Massa
1.
Komunikasi bersifat umum
2.
Komunikasi bersifat heterogen
- Media Massa menimbulkan keserempakan
- Hubungan komunikator-komunikan bersifat non pribadi
- Melembaga
- Terdapat standarisasi proses produksi, distribusi dan konsumsi isi media
Bentuk – bentuk Komunikasi Massa
Bentuk Komunikasi Massa terbagi menjadi tiga, yaitu:
1.
Bentuk Perintah (the command mode)
Bersumber
dari adanya perbedaan kekuasaan dan otoritas antara pengirim dan penerima.
Tujuannya ialah untuk melakukan kontrol dan perintah. Pola hubungannya bersifat
satu arah, tidak setara dan tidak berdasarkan sukarela. Sebagai
contoh, di Indonesia pernah diterapkan sistem pers otoriter dimana kekuasan
dalam bidang media massa sepenuhnya diatur dan dikuasai oleh pemerintah.
2.
Bentuk Pelayanan (the service mode)
Ini
merupakan bentuk paling umum dan paling sering berlaku dalam hubungan antara
pengirim dan penerima. Kedua belah pihak diikat oleh kepentingan bersama dalam
situasi pasar atau semacamnya (penawaran dan permintaan jasa simbolik).
Misalnya saja, media memberikan infromasi atau hiburan sebagai imbalan yang
berwujud pembayaran dan perhatian. Sebagai contoh,
adanya layanan TV Kabel (televisi berlanggangan).
3.
Bentuk Asosiasi (the associational mode)
Bentuk
ini memiliki ikatan normatif atau nilai-nilai yang disepakati bersama, yang
mendekatkan kelompok atau publik tertentu terhadap suatu sumber media
tertentu. Kedekatan dan perhatian
penerima bersifat sukarela dan memuaskan hatinya. Sebagai contoh, adanya
sebuah media massa komunitas yang diciptakan oleh sebuah komunitas.
Fungsi Media Massa
1.
Kontrol sosial (social
control)
2.
Pendidikan (education)
- Agen Perubahan (agent of social change)
- Hiburan (entertainment).
Kebutuhan Akan Media:
1.
Untuk mengetahui apa yang penting dan perlu
2.
Untuk membantu mengambil keputusan (sebagai rujukan)
- Untuk memperoleh informasi sebagai bahan pembahasan
- Memberikan perasaan ikut serta dalam kejadian tertentu
- Memberikan penguatan atas suatu pendapat
- Mencarikan konfirmasi atas keputusan yang diambil
- Memperoleh relaksasi dan hiburan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar