PERTEMUAN 2
SELASA, 9 SEPTEMBER 2014
Landasan Dasar Kajian Teoritik
terdiri dari:
- Tipe Keilmuan
- Teori dan Perspektif
- Aliran Teori Komunikasi
- Dasar Pengembangan Teori
Tipe Keilmuan terbagi menjadi tiga
yakni:
- Scientific (Ilmiah – Empiris)
Berikut penjelasan mengenai
scientific yakni:
a.
Ilmu
bersifat Objektif (Standarisasi-Reflikasi-Observasi-Konsistensi-Akurasi)
b.
Dunia
merupakan bentuk yang dpt diobservasi
c.
Tujuan
Ilmu : mengobervasi alam dan menjelaskan sesuatu seakurat mungkin
d.
Berupaya
memperoleh konsensus dan mereduksi perbedaan
e.
Pemisahan
antara “known” dengan “knower” Ilmu sebagai aktivitas “out
there”
- Humanistic (Humaniora – Interpretatif)
Yang dimaksud
mengenai Humanistic yakni:
a.
Ilmu
bersifat subjektif (intuisi-kreatifitas-interpretasi-insight)
b.
Kreatifivitas
Individual
c.
Tujuannya:
memahami respon subjektif individu
d.
Berupaya
mencari interpretasi alternatif
e.
Ilmu
sebagai aktivitas “in here” dan fokus pada seni, pengalaman pribadi dan
nilai
- Social Science ( Ilmu Sosial)
Sedangkan yang
dimaksud dengan Social Science yakni:
a.
Memasukan
elemen-elemen Science dan humaniora
b.
Tujuannya
: mengobservasi dan menginterpretasi pola prilaku manusia
c.
Berupaya
membangun konsensus dari apa yang diobservasi, dijelaskan dan diinterpretasi
d.
Interpretasi
bersifat komplek karena meneliti manusia sebagai subjek yang aktif
Ilmu, Konsep, Teori dan Perspektif
A.
Konsep
Konsep
merupakan sekelompok hal atau kegiatan yang dimasukan ke dalam sebuah kategori .
Salah satu tujuan pokok dari teori yakni mempresentasikan konsep-konsep berguna.
Bagian penting konseptualisasi itu ialah labeling yakni mengidentifikasi
konsep kita dengan simbol biasanya bahasa . Konsep dan definisi tidak dapat
dipisahkan. Sejumlah daftar konsep tanpa penjelasan bagaimana hal-hal tsb
terhubung satu sama lain dinamakan taxonomy.
B.
Teori
Berikut
merupakan beberapa pengertian teori yakni :
- Abstraksi realitas.
- Sekumpulan prinsip, definisi yang mengorganisasikan dunia empiris secara sistematis
- Terdiri dari sejumlah konsep yang menyediakan penjelasan. Statemen mengenai bagaimana variabel-variabel tsb terhubung satu dengan lainnya
- Generalisasi yang diterima secara empiris
Keperluan Teori
1.
Causal necessity (keperluan penyebab) : menjelaskan
sesuatu dalam istilah “cause-effect” dimana perilaku dipandang sebagai
hasil kekuatan penyebab. Sebagai contoh : perilaku seseorang dapat berubah dari
tayangan televisi yang pernah disaksikannya. Jadi secara tidak langsung,
dirinya akan mengimitasi karakter tokoh dalam tayangan yang disaksikannya.
2.
Practical necessity (keperluan praktis) : menjelaskan
sesuatu dalam istilah “achieving a goal”
yakni tindakan sadar yang didesain untuk mendapatkan masa depan. Sebagai
contoh : seseorang memiliki ide untuk membuat lift guna memudahkan manusia.
Fungsi Teori
Teori memiliki beberapa fungsi
diantaranya:
1.
Mengorganisasikan
dan menyimpulkan
2.
Memfokuskan
3.
Menjelaskan
- Mengamati
- Membuat prediksi
- Heuristik (to generate research, growth of knowledge)
- Komunikasi
- Mengendalikan
9.
Generatif
(to generate new way of living)
C.
Perspektif
Berikut merupakan beberapa definisi
perspektif yakni:
- Perspektif sering juga disebut paradigma kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought) adalah suatu cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata.
- Perspektif adalah definisi situasi atau seperangkat gagasan yang melukiskan karakteristik situasi dan memungkinkan mengambil tindakan
- Suatu spesifikasi jenis tindakan yang layak dan masuk akal dilakukan orang
- Standar nilai yang memungkinkan orang dapat dinilai (kriteria untuk penilaian)
Jenis Perspektif terbagi menjadi dua
yakni :
- Perspektif Objektif. Perspektif objektif memiliki Saintifik, empiris, behavioristik, struktural, positivistik, fungsionalis, mekanistik, deterministik, kuantitatif, deduktif,, atomistik dan rasionalistik.
Karakteristik Perspektif
Objektif yakni:
1.
Realitas
dianggap tunggal, seragam, nyata, eksternal, statis dan diatur oleh hukum
universal
2.
manusia
pasif (sebagai objek)
3.
Perilaku
manusia dikontrol oleh lingkungan (mekanis). Misalnya S-R
4.
Perilaku
manusia dapat diramalkan (cause-effect)
5.
Penelitian
bersifat otonom, berjarak dari subjek penelitian, penelitian berjangka pendek
6.
sampel
besar, menguji teori, dan bersifat generalis
7.
Metodologi
empiris menekankan pada eksperimental, survey korelasional
8.
Analisisnya
bersifat deduktif yakni sebuah cara analisis yang dilakukan saat data sudah
terkumpul biasanya menggunakan statistik
9.
Kriteria
penelitian : objektivitas, reliabilitas dan validitas yang menekankan pada
kesepakatan peneliti, kuantifikasi serta reflikasi penelitian
- Penelitian dianggap sebagai bebas nilai, etika juga moral
Sedangkan Pendekatan Objektif
terbagi menjadi dua yakni:
- Objektif Pendekatan Behavioristik
Beberapa hal yang perlu diketahu
dalam objektif pendekatan Behavioristik yakni:
- Memandang manusia sebagai produk lingkungan di luar
- Rangsangan dari luar mempengaruhi manusia memberi respon
- Hubungan bersifat kausal
- Positivisme logis : verifikasi, penemuan lewat logika
- Metode penelitiannya banyak menggunakan eksperimen terkontrol
Contoh Teori Pendekatan
Behavioristik:
a.
Public
speaking (Model Aristoteles )
b.
Teori
Informasi (Claude Shannon)
c.
Teori
Jarum Hypodermik (Wilbur Schramm)
- Teori Belajar Sosial (Albert Bandura)
- Teori Disonanasi Kognitif (Leon Festinger)
- Teori Pertukaran Sosial (Jhon Thibaut dan Harold Kelley)
- Teori Kultivasi (George Gerbner)
- Objektif Pendekatan Struktural Fungsional
Berikut
merupakan hal yang perlu diketahui dari objektif pendekatan struktural
fungsional yakni:
a.
Pengamatan
ilmiah pada prilaku luar (overt behavior)
b.
Menolak
gagasan tentang jiwa, spirit, kemauan, pikiran, kesadaran, subjektivitas
c.
Mengukur
pengaruh struktur sosial terhadap identitas, respon dan perilaku
manusia melalui peran (role), sosialisasi, keanggotaan kelompok mereka (Socially-
determined)
d.
Metode
penelitiannya banyak menggunakan survey (korelasional)
Contoh Teori Struktural :
a.
Helical
Model (Frank Dance)
b.
ABX
Model (Theodore Newcomb)
c.
Model
Komunikasi Antarbudaya (William Gudykunts & Young Yun Kim)
- Teori Norma Budaya (Melvin DeFleur)
- Teori Uses and Gratification (Elihu Katz, Jay G Blumler, Michael Gurevitch)
- Teori Spiral of Silence (Elisabeth Noelle Neumann)
- Perspektif Subjektif. Perspektif subjektif memiliki nama lain yakni Humanistik, interpretif, fenomenologis, konstruktivis, konstruksionis, naturalistik, interaksionis, interaksional, kualitatif, induktif, holistik, kontemporer dan dinamis.
Karakteristik Perspektif Subjektif yakni :
a.
Pengetahuan
tidak mempunyai sifat objektif dan sifat yang tetap
b.
Bersifat
interpretif dan makna dinegosiasikan
c.
Realitas
sosial dianggap sebagai interaksi sosial yang bersifat komunikatif
- Pendekatan kreatif , individu menciptakan apa yang ada “di luar sana”
- Setiap manusia bersifat unik
- Fenomena sosial bersifat sementara dan polisemik (multimakna)
Teori Pendekatan Subjektif :
a.
Fenomenologi
(Alfred Schutz)
b.
Etnometodologi
(Harold Garfinkel)
c.
Teori
Dramaturgi (Erving Goffman)
d.
Teori
Dramatisme (Kenneth Burke)
e.
Teori
Kritis (Karl Marx, Frankfurt School)
f.
Cultural
Studies (Michel Foucault)
g.
Standpoint
Theory (Julia T Wood)
h.
Muted
Group Theory (Cheris Kramarae)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar