PERTEMUAN KE 6
Selasa, 29 April 2014
- Riwayat Hidup dan Karyanya
Nama
lengkap Ibnu Miskawaih adalah Abu Ali Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ya’cub ibnu
Miskawaih. Ia dilahirkan di kota Rayy, Iran pada tahun 330 H/941 M dan wafat di
Asfahan pada 9 Shafar 421 H/ 16 Februari 1030 M. Ibnu Miskawaih seorang
penganut Syiah. Disiplin ilmunya meliputi kedokteran, bahasa, sejarah, dan
filsafat. Akan tetapi Ia lebih populer sebagai seorang filosof akhlak ketimbang
filosof Ketuhanan. Agaknya Ia dimotivasi
oleh situasi masyarakat yang sangat kacau di masanya, seperti minumankeras,
perzinaan dan lainnya.
- Karya Tulisnya
Dalam
buku The History of the Muslim Philosophy disebutkan beberapa karya
tulisnya, yaitu:
1.
Al –
Fauz al – Akbar
2.
Al –
Fauz al – Asghar
3.
Tajarib
al – Umam (sebuah sejarah
tentang banjir besar yang ditulisnya pada tahun 369 H/979 M)
4.
Uns
al – Farid (koleksi
anekdot, syair, peribahasa dan kata – kata hikmah)
5.
Tartib
al – Sa’adat (isinya akhlak
dan politik)
6.
Al –
Mustaufa (isinya syair –
syair pilihan)
7.
Jawidan
Khirad (koleksi
ungkapan bijak)
8.
Al –
Jami
9.
Al –
Siyab
10.
On
the Simple Drugs (tentang
kedokteran)
11.
On
the Composition of the Bajats (seni
memasak)
12.
Kitab
al – Ashribah (tentang
minuman)
13.
Tahzib
al – Akhlaq (tentang
akhlak)
14.
Risalat
fi al – Lazzat wa al – Alam fi Jauhar al – Nafs
15.
Ajwibat
wa As’ilat fi al – Nafs wa al – ‘Aql
16.
Al –
Jawab fi al – Masa’il al – Salas
17.
Risalat
fi Jawab fi Su’al Ali ibn Muhammad Abu Hayyan al – Shufi fi haqiqat al – ‘Aql
18.
Thaharat
al – Nafs
- Filsafatnya
- Ketuhanan
Tuhan
menurut Ibnu Miskawaih adalah zat yang tidak berjisim, Azali dan Pencipta.
Tuhan Esa dalam segala aspek. Ia tidak terbagi dan tidak mengandung kejamakan
dan tidak satu pun yang setara dengan – Nya. Ia ada tanpa diadakan dan ada –
Nya tidak bergantung kepada yang lain.
- Emanasi
Ibnu
Miskawaih juga menganut paham emanasi yaitu Allah menciptakan alam secara
pancaran. Namun emanasinya berbeda dengan emanasi Al – Farabi. Menurutnya
entitas pertama yang memancarkan dari Allah ialah ‘Aql Fa’al (Akal
Aktif). Akal aktif ini perantara sesuatu pun. Ia Kadim, Sempurna dan tak
berubah. Dari Akal Aktif ini timbul jiwa dan dengan perantaraan jiwa pula
timbul planet. Pelimpahan atau pemancaran yang terus – menerus dari Allah dapat
memelihara tatanan di dalam alam ini.
Perbedaan
emanasi antara Ibnu Miskawaih dengan Al – Farabi adalah sebagai berikut:
- Bagi Ibnu Miskawaih, Allah menjadikan alam ini secara emanasi dari tiada menjadi ada. Sementara itu, menurut Al – Farabi alam dijadikan Tuhan secara pancaran dari sesuatu atau bahan yang sudah ada menjadi ada.
- Bagi Ibnu Miskawaih ciptaan Allah yang pertama ialah Akal Aktif. Sementara itu, bagi Al – Farabi ciptaan Allah yang pertama ialah Akal pertama dan Akal Aktif adalah Akal yang Kesepuluh.
- Kenabian
Menurut
Ibnu Miskawaih, nabi adalah seorang Muslim yang memperoleh hakikat – hakikat
atau kebenaran karena pengaruh Akal Aktif atas daya imajinasinya. Hakikat atau
kebenaran seperti ini diperoleh pula oleh para filosof. Perbedaannya hanya
terletak pada teknik memperolehnya. Filosof mendapatkan kebenaran tersebut dari
bawah ke atas, yakni dari daya indrawi menaik ke daya khayal dan menaik lagi ke
daya berpikir yang dapat berhubungan dan menangkap hakikat – hakikat atau
kebenaran dari Akal Aktif. Sementara itu, nabi mendapatkan kebenaran diturunkan
langsung dari atas ke bawah yakni dari Akal Aktif langsung kepada nabi sebagai
rahmat Allah. Dari situ, sumber kebenaran yang diperoleh nabi dan filosof
adalah sama, yaitu Akal Aktif. Pemikiran ini sejalan dengan apa yang
dikemukakan Al – Farabi sebelumnya.
- Jiwa
Jiwa
menurut Ibnu Miskawaih, adalah jauhar rohani yang tidak hancur dengan sebab
kematian jasad. Ia adalah kesatuan yang tidak terbagi – bagi. Ia akan hidup
selalu. Ia tidak dapat diraba dengan pancaindra karena Ia bukan jisim dan
bagian dari jisim. Jiwa dapat menangkap keberasaan zarnya dan Ia mengetahui
ketahuan dan keaktivitasannya. Arguman yang dimajukannya ialah jiwa dapat
menangkap bentuk sesuatu yang berlawanan dalam waktu yang bersamaan, seperti
warna hitam dan putih, sedangkan badan tidak dapat demikian.
- Akhlak
Akhlak
menurut konsep Ibnu Miskawaih ialah suatu sikap mental atau keadaan jiwa yang
mendorongnya untuk berbuat tanpa pikir dan pertimbangan. Sementara tingkah laku
manusia terbagi menjadi dua unsur, yakni unsur watak naluriah dan unsur lewat
kebiasaan dan latihan.
Sumber :
Sirajuddin Zar.2004.Filsafat Islam : Filosof dan Filsafatnya.Jakarta:PT.
Raja Grafindo Persada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar