Pertemuan I
Selasa, 11 Maret 2014
- PENGANTAR FILSAFAT DAN SEJARAHNYA
Bentuk pengetahuan
- Pengetahuan yang bukan berdasarkan hasil usaha aktif dari manusia. Ini diperoleh melalui wahyu.
- Pengetahuan yang berdasarkan hasil usaha aktif manusia. Ini diperoleh melalui indra dan akal. Pengetahuan ini ada yang disebut dengan pengetahuan indra, pengetahuan ilmu (sains) dan pengetahuan filsafat.
Pengetahuan sains lebih dari sekedar pengetahuan indra
karena dalam pengetahuan sains terdapat penelitian dan pengamatan. Pengetahuan
filsafat lebih melihat segala sesuatu dari akarnya.
- Definisi filsafat
Filsafat adalah hasil proses berpikir rasional dalam
mencari hakikat sesuatu karena sistematis, menyeluruh (universal) dan mendasar
(radikal). Berarti filsafat itu mencirikan:
- Rasional (masuk akal)
- Sistematis (berurutan)
- Universal atau menyeluruh (menjangkau semua)
- Mendasar atau radikal (sampai pada akarnya)
- Objek Bahasan Filsafat
- Al – Wujud (Ontologi)
ü Bahasan
ini mencakup hakikat segala yang ada (al – maujudat)
ü Bahasan
ini terbagi menjadi dua bidang, yaitu fisika dan metafisika
ü Fisika
mencakup tentang manusia, alam semesta dan segala sesuatu yang terkandung di
dalamnya baik hidup atau mati
ü Metafisika
membahas ketuhanan dan masalah immateri
- Al – Marifat (Epistemologi)
ü Berkaitan
dengan hakikat pengertahuan dari cara bagaimana atau dengan sarana apa
pengetahuan dapat diperoleh
ü Ada
2 teori tentang hakikat pengetahuan ini, yaitu Realisme dan Idealisme
ü Menurut
Realisme, pengetahuan ini sesuai dengan kenyataan yang ada
ü Sementara
Idealisme berpandangan bahwa pengetahuan sesuai dengan kenyataan adalah
mustahil. Menurut Idealisme pengetahuan adalah gambaran menurut pendapat atau
penglihatan orang yang mengetahui.
- Metode Memperoleh Pengetahuan
- Teori Empirisme. Pengetahuan diperoleh dengan panca indra, setelah panca indra mendapat kesan – kesan kemudian menyusun dan mengaturnya menjadi pengetahuan.
- Teori Rasionalisme. Pengetahuan diperoleh dengan perantara akal. Meski panca indra yang mengumpulkan data – data, namun tetaplah akal yang menyusun konsep – konsep rasional yang disebut dengan pengetahuan.
- Al – Qayyim (Aksiologi)
ü Bersangkutan
dengan hakikat nilai
ü Hakikat
atau ukuran baik dan buruk dibahas dalam filsafat etika atau akhlak
ü Hakikat
atau ukuran benar dan salah dibahas dalam
filsafat logika atau mantiq
ü Hakikat
atau ukuran indah dan tidak indah dibahas dalam filsafat estetika atau jamal
- Sejarah Filsafat Islam
Alexander Yang Agung mengalahkan Darius di tahun 331
sebelum Islam di Arbela. Alexander datang dengan tidak menghancurkan peradaban
dan kebuadayaan persia, tetapi sebaliknya Ia berusaha untuk menyatukan
kebudayaan Yunani dan Persia (Harun Nasution :1973)
Alexander menikah dengan Statira, anak Darius. Dua
puluh empat jenderal dan 10.000 prajurit dianjurkan menukah dengan wanita –
wanita Persia. Setelah Alexander meninggal, kerajaan terbagi 3 yaitu Macedonia
di Eropa, Kerajaan Ptolemeus di Mesir dan Kerajaan Seleucid di Asia. Harun al –
Rasyid menjadi khalifah pada tahun 786 M, sebelumnya Ia belajar di Persia.
Dibawah pemerintahan Harun al – Rasyid penerjemahan
buku – buku ilmu pengetahuan Yunani ke dalam bahasa Arab. Orang – orang dikirim
ke Kerajaan Romawi di Eropa untuk membeli manuskrip dari bahasan kedokteran,
ilmu pengetahuan hingga filsafat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar