Kamis, 20 Maret 2014

Filsafat Islam dengan Ilmu Kalam dan Sejarahnya



PERTEMUAN 2
SELASA, 18 MARET 2014

FILSAFAT ISLAM DENGAN ILMU KALAM DAN SEJARAHNYA

  1. Pengertian Filsafat Islam
Filsafat Islam adalah filsafat yang secara esensial berinspirasikan dari luar (filsafat Yunani) dan filsafat – filsafat sebelumnya yang juga berinspirasikan dari dalam (agama Islam). Karena motivasi agama, berpikir yang sedalam – dalamnya dengan insaf dan bebas tentang segala sesuatu yang ada untuk memahami kebenaran, kemudia dengan caranya sendiri, kebenaran menurut filsafatnya akan selalu disesuaikan dengan kebenaran menurut informasi agama. Perlu diingat bahwa filsafat Islam adalah filsafat yang bermuatan religius (keagamaan), namun tidak mengabaikan persoalan – persoalan kefilsafatan.
  1. Ciri – Ciri Filsafat Islam
1.      Sebagaimana filsafat pada umumnya melaksanakan kerja berpikir berdasarkan akal.
2.      Filsafat Islam sebagai suatu peradaban (Peradaban Cina, India, Persia).
3.      Kesimpulan dalam filsafat Islam selalu disesuaikan dengan prinsip agama. Filsafat Islam berprinsip pada ajaran Islam (Al-quran dan Hadits).
4.      Islam sebagai agama, kaya akan benih – benih filsafat. Contohnya seperti yang berhubungan dengan ushul fiqih.
(Sunardji Dahri Tiam)
  1. Filsafat Islam dan Ilmu Kalam
Kalam dalam bahasa Arab dapat diartikan sebagai perkataan dan ucapan. Dalam ilmu kebahasaan, kalam ialah kata – kata yang tersusun dalam suatu kalimat yang mempunyai arti. Sementara dalam ilmu agama, yang dimaksud dengan kalam adalah firman Allah. Ilmu kalam sebagaimana halnya filsafat Islam terpengaruh dengan filsafat Yunani.

  1. Periodesasi Filsafat Islam
  1. Perode Mutakalimin (sekitar 700 s.d 900 M)
Lahirnya periode ini disebabkan persoalan politik yang kemudian berubah menjadi persoalan dogmatik teologi, soal besar antara kafir dan mukmin. Pemikiran disini hanya bersumber pada Quran, maka timbul dari sana persoalan kehendak dan perbuatan manusia/jabar dan ikhtiar. Mutakalimin adalah orang – orang yang berkata atau berpikir dalam ilmu kalam. Periode Mutakalimin berawal dari adanya 2 kelompok besar yaitu Muktazilah dan Ahlussunah. Ahlussunah lahir karena adanya Muktazilah yang melandasi lahirnya 2 kelompok diatas aliran Syiah, Khawarij, Murjiah, Qadariyah dan Jabariyah. Ahlussunah juga terbagi menjadi 2 golongan yaitu Asy’ariyah dan Maturidiyah.
  1. Khawarij adalah orang – orang yang keluar dari paham Syiah. Berpandangan bahwa kepemimpinan haruslah demokratis.
  2. Murjiah (ditangguhkan), menyebutkan bahwa semua orang yang berdosa tidak kafir dan tidak mukmin sampai ditangguhkan.
  3. Qadariyah adalah semua bentuk perbuatan manusia atas dasar kehendak manusia melaikan juga atas takdir Allah.
  4. Jabariyah adalah baik atau buruk perbuatan manusia ditentukan oleh Allah.

  1. Periode Filosof Islam (sekitar 850 s.d 1200 M)
  • Periode ini diawali oleh periode Mutakalimin sebagai gerakan intelektualisme dalam Islam.
  • Dinasti Abbasiah pengganti Umayah lebih progres terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat.
  • Penerjemahan secara besar – besaran semua buku filsafat ke dalam bahasa Arab maka lahirlah para ulama yang ahli dalam berbagai bidang dan kekhususan sendiri.
  • Periode ini memperkenalkan Al – Kindi, Ar – Razi, Al – Farabi, Ibnu Sina, Al – Ghazali, Ibnu Bajjah, Ibnu Tufail dan Ibnu Rusyd.

  1. Periode Pasca Ibnu Rusyd
Periode ini memperdebatkan filsafat Islam. Disatu pihak menyatukan bahwa filsafat Islam sudah usai setelah wafatnya Ibnu Rusyd, di lain pihak ada yang beranggapan bahwa terdapat sejumlah tokoh yang pantas disebut tokoh filsafat. Corak pemikiran pada periode ini adalah middle – roaders  (jalan tengah), penggabungan dan kebijakan yang eksperiensial (Zauqiyah), dan diskursif (Bahsiyah). Mereka adalah Suhrawardi, Tusi Mulla Sadra dan Iqbal.

  1. Daerah Berkembangnya Filsafat Islam
  1. Muktazilah, teologi rasional berkembang di Baghdad dan Basrah mulai abad ke 9 M. Tokohnya adalah Wasil bin Atho’.
  2. Filsafat pertama (di Timur)
  3. Kalam Ays’ariyah, teologi bercorak atomisme dan berpusat di Baghdad tahun 900 s.d 1085 M. Para tokohnya Al – Asy’ary, Al – Maturidy. Al – Ghazali (Ahlussunah). Memiliki pandangan bahwa tidak sependapat dengan hukum sebab kausalitas karena semua ini atas kehendak Tuhan.
  4. Filsafat kedua (di Barat)
  5. Filsafat ketiga (umumnya di Timur)
  1. Perbedaan Ilmu Kalam dan Filsafat Islam
Perbedaan antara ilmu Kalam dan Filsafat Islam terdapat pada:
  1. Titik berat dan tujuannya
Ilmu Kalam, titik beratnya agama dan tujuannya tauhid dengan dalil – dalil Alquran dan Hadits yang diterangkan dengan teori filsafat. Sedangkan filsafat Islam titik beratnya filsafat itu sendiri dengan tujuan memahami kebenaran yang sebenarnya dengan cara rasio.
Dalam ilmu Kalam, filsafat dijadikan alat untuk membenarkan ayat Alquran, sedangkan dalam filsafat Islam adalah menjelaskan dan menakwilkan ketentuan agama dengan cara pikiran filsafat.
  1. Cara Penyelidikannya
  1. Mutakalimin, lebih mengedepankan kepercayaan. Menentukan dalil kemudian membuktikan kebenarannya.
  2. Pemikiran filsafat, lepas dari kepercayaan. Memulai dengan tidak percaya lalu menyusun dalil – dalil pikiran sampai memperoleh satu kesimpulan.
  1. Pertumbuhan dan Pembinaan
  1. Ilmu Kalam tumbuh berangsur – angsur dan sepotong – potong. Bermula dari seseorang yang berpendapat kemusian disusul yang lainnya, kemudian timbul aliran – aliran dalam ilmu kalam.
  2. Filsafat Islam tumbuh melalui fase pertumbuhan negeri asalnya. Ketika filsafat hadir dalam kehidupan orang – orang Islam, Ia sudah lengkap dan tinggal memberi penjelasan dan berupaya mempertemukan dengan ajaran Islam.
  3. Ilmu Kalam adalah ilmu keislaman, sementara filsafat Islam adalah ilmu umum bermerek Islam.  Contoh : Ilmu Kalam berawal dari keyakinan, sedangkan filsafat berawal dari keraguan sehingga dilakukanlah penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar